Jokowi Sebagai Presiden Kenapa Harus Marah Jika Memimpin Saja Tidak Tegas


jika jokowi setuju revisi uu kpk

Jokowi memang telah menjadi Presiden Indonesia selama beberapa tahun belakangan ini, rakyat terlalu berharap banyak kepada Joko Widodo mampu memberikan perubahan yang lebih baik bagi rakyat menengah kebawah. Namun, nyatanya seperti itu hanya mimpi belaka. Sebab, selama ia memimpin, sudah berkali-kali harga naik, mulai dari Gas, Bahan Bakar Minyak, Beras, Bawang dan berbagai bahan pokok lainnya.

Jokowi tampak gelisah dan marah ketika ada masalah terkait Sidang Ketua DPR, Setya Novanto yang mencatut namanya sebagai presiden untuk memperpanjang kontrak Freeport.

Seharusnya memang benar dalam undang-undang siapapun tidak berhak mencatut nama orang dalam pertemuan apapun dan terkait masalah apapun. Hal ini bisa menjadi fitnah serta mencemarkan nama baik seseorang. Namun, sebagai ketua DPR tentu saja ada alasan utama mengapa Setya Novanto mengatakan hal tersebut ketika pertemuan dengan Pimpinan Freeport.

Kita tinggalkan dulu mengenai Freeport, kali ini saya sangat ingin mengomentari kerja jokowi yang menurut saya Plin Plan dan tak tau arah tujuan. Sebagai negara yang demokrasi dan maju, saya berhak menyampaikan beberapa pandangan yang menurut sebagian orang benar.

Ketika rakyat sudah marah, habis lah jokowi. Dan tidak ada lagi yang bisa menyelamatkan kepemimpinan ia, kita bisa lihat seperti tahun 1998 ketika rakyat emosi dan sangat-sangat kecewa terhadap kepemimpinan Pak Soeharto.

Jangan sampai hal ini terulang lagi dan membuat rakyat menduduki gedung DPR sebab tentu ini akan menjadi Krisis Moneter yang akan membuat perubahan ekonomi indonesia yang lebih parah.

Presiden Boneka

Dari dulu, ketika Pemilu atau Pemilihan Presiden, Jokowi sudah dicatut sebagai salah satu presiden yang terlalu mengikuti kehendak mbok’e yaitu Megawati. Ketika dulu sebelum Jokowi diajukan sebagai Presiden, Megawati telah mundur dari Partai PDIP dan hanya menjabat sebagai Penasehat PDIP. Namun, ketika Jokowi terpilih, Megawati secara tiba-tiba dan mengagetkan menjadi Ketua Umum PDIP. Jelas ada permainan dibalik ini semua.

Hal itu tampak jelas, ketika jokowi mengatakan bahwa perekonomian indonesia sangat buruk ketika ditinggalkan SBY sebagai presiden terdahulu. Jokowi mengatakan bahwa ia harus memutar otak untuk menormalkan Ekonomi indonesia.

Jokowi menggunakan cara yang lucu, yaitu menaikkan harga Bahan Bakan Minyak dan menghilangkan Subsidi, bukan membaik tapi malah membuat rakyat marah terhadap jokowi. Ya jelaslah marah, karena secara otomatis harga-harga bahan pokok dan lain sebagainya naik secara perlahan dan membunuh rakyat miskin.

Selai harga yang tidak stabil ketika dipimpin jokowi saat ini, ternyata nilai tukar rupiah juga naik turun, dan bahkan paling parah selama 10 tahun terakhir yaitu mencapai Rp 14.000 lebih.

Jokowi tidak tegas

Pasti ini menjadi permasalahan umum yang diketahui oleh semua kalangan, baik dari anak kecil dan anak bayi yang dikeluhin oleh orang tua mereka karena faktor ekonomi dan lain-lain.

Ketidak tegasan jokowi membuat beberapa kegaduhan politik seperti KPK yang kehilangan nyali, DPR yang sesukanya dan berbagai masalah lain. Bahkan presiden plin plan dianggap oleh sebagian masyarakat indonesia. Ntahlah apa yang terjadi, namun yang jelas sudah membuat indonesia lebih buruk.

Presiden marah karena ia tidak tahu apa yang terjadi, mengapa ia baru tahu kalau namanya dicatut setelah sidang beberapa kali? kemana waktu pertama kali muncul kasus ketua DPR minta Saham. waduh pak, pak. Kita aja rakyat biasa tahu, masa bapak sebagai kepala negara nggak tahu. Kan lucu to..

Pelan Tapi Tidak Pasti

Mungkin ungkapan itu yang harus kita pahami ketika mendengar nama presiden asal solo ini. Mengapa? Karena kerjanya yang pelan dan terlalu diatur oleh sebagian kelompok membuat kerjanya terhambat dan kebingungan mengambil keputusan.

Dahulu memang dikenal sebagai orang yang bijak dan suka menolong, namun saat ini tampaknya tidak lagi karena jokowi tidak pantas menjadi presiden menurut sebagian kalangan. hmmm sudah kuduga memang begini adanya.

Presiden tidak tegas dan tidak pasti seharusnya mundur, karena dapat merusak tatanan negara dan perekonomian indonesia, banyak kok yang mau jokowi lengser. Hal ini jelas akan menimbulkan tingkat kriminalitas yang tinggi di negara ini karena terlalu banyak pengangguran akibat kesulitan ekonomi dan mencari kerja.

Yasudahlah, jokowi marah kepada ketua DPR emang saya urusin. hahaha.. yang penting saya juga marah kepada presiden karena telah mencemari indonesia sebagai negara yang berdaulat.

Related Posts:

Menarik Lainnya:

No comments yet.

Leave a Comment